Social Icons

Pages

Sabtu, 15 Desember 2018

Kenali Si Kecil Lebih Dekat

Sudahkah si kecil tumbuh kembang sesuai usianya? Ya, tema event kali ini yaitu tentang tumbuh kembang anak. Ternyata proses tumbuh kembang anak itu berlangsung secara sistematis hingga nanti berusia 18 tahun. Nah, yang perlu ditekankan ini setiap anak memiliki tahap tumbuh kembang yang berbeda antara anak satu dengan lainnya, bahkan anak kembar pun juga tidak bisa di samakan, namun yang perlu kita garis bawahi yakni sebaiknya si  kecil kita bisa berada tumbuh kembang yang optimal agar perkembangannya lebih baik.


Bersama Dr. dr. Ahmad Suryawan, hari ini kita belajar untuk lebih memahami tahapan tumbuh kembang anak. Jadi 95% otak anak terbentuk ini disaat usia 6tahun, sehingga semakin bertambah usia hanya tersisa 5% untuk faktor pembentukan tadi, sehingga masa terbaik adalah disaat dia sebelum berusia 2tahun dan itu menjadi kunci awal pembentukan karakter anak kita. Ini adalah hasil sinergi antara aktivitas fisik dan interaksi dengan lingkungan sekitar.

Ada 4 aspek perkembangan dasar, yaitu :

  1. Aspek Gerak Kasar  : kemampuan anak untuk mengembangkan aktivitas yang menggunakan otot penyangga tubuh seperti tengkurap, duduk, berlari, melompat dan sebagainya.
  2. Aspek Gerak Halus : kemampuan anak untuk mengembangkan ketrampilan yang dia miliki yang membutuhkan otot kecil yang juga meilbatkan berbagai fungsi indera seperti menulis, meraih mainan dan sebagainya.
  3. Apek Bicara-Bahasa : kemampuan anak memahami apa yang dia dapat dari lingkungannya dan kemudian mengekspresikan ide serta keinginannya secara verbal atau kata-kata. 
  4. Aspek Sosialisasi-Kemandirian : kemampuan anak untuk mengembangkan berbagai aktivitas sebagai hasil dari pengalaman interaksi sosial dengan lingkungan, seperti mencuci piring, makan sndiri dan sebagainya.
Nah 4 dasar ini saling bersinergi dan tidak dapat berdiri sendiri. Sinergi dari aspek-aspek ini yang akan terlihat sebagai kepintaran anak dalam hal Akal, Fisik dan Sosial dan perlu kita ingat jika setiap anak memiliki cara yang berbeda-beda untuk mensinergikan aspek kemampuan yang mereka miliki. Diperlukan sinergi Akal, Fisik dan Sosial yang baik agar kita bisa memberikan stimulasi yang tepat untuk anak. Maka dari itu kita perlu tau mengenai kalkulator ASF (Akal Fisik Sosial) anak.


Oia di event kali ini kita diperkenalkan dengan kalkulator ASF yang ada di website parentingclub, temen-temen bisa mencoba langsung jadi kita bisa tau hasil nilainya secara langsung juga, dan perlu diingat setiap anak memiliki nilai yang berbeda dan nilai tidak harus mutlak 100 persen, karena memang setiap anak itu berbeda kemampuannya. Kita sebagai orang tua yang sebaiknya menstimulasi anak agar hasilnya lebih maksimal

Akal = cerminan kemampuan si kecil dalam merespon rangsangan dari lingkungan, mengembangkan ide serta memecahkan masalah yang mereka hadapi.
Fisik = memadukan berbagai aspek perkembangan dasar sehingga mereka mampu untuk melakukan pergerakan tubuh atau aktifitas fisik sesuai dengan keinginannya, dan terkadang diperlukan keberanian.
Sosial = mampu mengembangkan kemampuan dalam hal interaksi sosial dengan benda, makhluk hidup maupun individu lainnya. Bisa berupa aktivitas meniru dengan berbagai informasi yang dilihat, didengar atau berupa komunikasi verbal dua arah.


Pembentukan dan pengembangan kepintaran anak ini melalui proses panjang, seperti anak merespon senyum kita dan berbalik senyum ini kita butuh 2 bulan untuk tersenyum kepadanya, dan akhirnya dia kembali mengikuti senyuman kita. Kita perlu menstimulasi anak agar ASF-nya berkembang dengan baik, kemampuan yang paling jelas kita inginkan yaitu kecerdasan yang cemerlang dan perilaku yang baik, dan jika ini tidak berjalan dengan sinergi dengan baik maka akan menyebabkan kepintaran tidak dapat seimbang dengan pembentukan perilaku.

Ajarkan anak sesuai dengan usianya :
*lahir-1th =  manfaatkan masa2nya. melihat. mendengar meraba. jika normal i what i given.
*1-3th = motorik yg paling berkembang. i what i will, sudah memiliki keinginan sendiri
*3-6th = usia prasekolah. jika normal i what i can imagine, apa yang di bayangkan. level kecelakaan tertinggi diusia ini, jadi kita harus perhatikan sebagai orang tua.
*6-12th = i am what i what i can learn, dia akan jadi apa yang dia pelajari, apa yang dia lihat apa yang dia dengar dan apa yang dia rasakan.
*12-18th = i am what i am, dia akan belajar apa yang menjadi dia sendiri. masa pencarian jati diri, beri dia ruang, bebas terarah jadi jangan terlalu di kekang tapi juga tidak boleh terlalu bebas.

Setiap orang tua adalah superhero bagi anaknya dan masa depan sebuah bangsa terletak pada wanita yakni kita sebagai ibu, yang membentu karakter anak nantinya adalah kita. Pastikan kita interaksi sebagai ibu kepada anak kita, bukan sebagai guru atau yang lain. Kita adalah yang paling tau tentang anak kita sendiri, bukan gurunya, bukan tetangga kita dan bukan teman-teman kita, mungkin orang lain boleh punya pengalaman anak seusia anak kita tapi tetap kita yang paling mengerti anak kita, jadi jangan disamakan atau di beda-bedakan, sayangi anak kita dan tetap semangat untuk menjadi ibu yang lebih baik.

20 komentar:

  1. Si bayi saya sedang ada di tahapan 'i what i will' dan ampun deh tingkahnya, sudah mulai kenal tantrum, sesuka hatinya, emaknya kudu banyak2 sabar menghadapi dia.
    Tapi senang banget dih, terlebih udah tau tentang tahapannya, jadi gak jadi masalah akan semua tingkahnya karena itu normal2 aja :)

    BalasHapus
  2. Nah, paling bener memang itu sih : jangan disamakan atau dibeda-bedakan :')

    BalasHapus
  3. Anakku sulung usia 3,5 tahun. Tingkahnya emang bikin orang tuanya ketar ketir. Tahap yg membuat orang tuanya harus waspada.

    BalasHapus
  4. Tugas orang tua tidak hanya mengurusi anak memberi makan dan belanjain untuk anak saja. Tapi banyak yang harus diberikan ke anak seperti stimulasi ahar tumbuh kembang anak bisa optimal

    BalasHapus
  5. Setuju nih, kita sebagai ibu membentuk karakter anak kita nantinya. Karena ibu adalah sekolah pertama bagi anak.

    Memang harus tegas dan disiplin selagi anak masih kecil2, tapi bukan galak atau bahkan jahat ya mom. Agar anak terbiasa dengan hal2 yang membuatnya bisa lebih mandiri. Kita yang mengatur anak, bukan anak yang mengatur kita, jadi anak terhindar dari sifat tantrum.

    BalasHapus
  6. anakku yang gede udah masuk i what i imagine yah gitu deh kalau udah dibacain buku atau nonton dongen barengan ntar praktek sendiri dan mamaknya selalu kebagian karakter jahat atau jelek wkwkwk

    BalasHapus
  7. Asyikkkk... Berarti kita adalah Hero ya mbak. Eh... Hero apa Superwoman nih. Wkwkwkw... Sebenarnya aku bener2 haus akan ilmu parenting seperti ini...

    BalasHapus
  8. Dari kesemua asoek itu, kesimpulannya semakin sering diberi stimulus semakin baik oerkembangannya ya mom. Kudu rajin nih kita sbg emak2 XD

    BalasHapus
  9. Wah acaranya banyak banget ilmunya ya mba apalagi menyangkut tumbuh kembang anak dimana menurutku semua orang tua wajib harus tahu ilmu ini. Aku pun berusaha memperhatikan tumbuh kembang anak di rumah dan menstimulasinya agar optimal

    BalasHapus
  10. mengenali tahapan itu penting ya mom dan anak anak harus melalu semua tahapan agar perkembangannya sempurna. baik motorik halus maupun kasar.

    BalasHapus
  11. Sekarang ini anakku lagi di fase menulis dan mencoba membaca, selain dapat pelajaran disekolah kadang aku juga suka mengulang dirumah.

    BalasHapus
  12. Wah, nambah wawasan nih. Baru tahu kalo di usia 3-6, pengajaran dari ortu banyak yang salah dan membuat banyak kecelakaan pada anak. Noted banget nih buat aku yang masih punya anak balita.

    BalasHapus
  13. Setuju sekli, masing-masing anak unik..tidak perlu disama-samakan atau dibeda-bedakan. Karena tiap individu pasti punya keistimewaan:)

    BalasHapus
  14. Aku juga sudah cek kecerdasan anakku di parenting club Ini mom ... alhamdulillah sesuai prediksiku.. tinggal kita sebagai orang tua mengasah lagi y mom

    BalasHapus
  15. Seru ya acaranya. Aku belum pernah ikut acara seputar dunia parenting. Aku aja yang sudah berusia 20++ masih suka sebel kalau ada yang banding-bandingin aku sama orang lain. Tiap orang kan beda-beda karakternya.

    BalasHapus
  16. Aku penasaran sama kalkulator ASFnya tapi belum berhasil register di parenting club, harus lewat laptop kayanya yaa

    BalasHapus
  17. Anak2ku usia 6-12 tahun dan emang bener sekarang pengen jadi youtuber karena sering nonton youtube hehe

    BalasHapus
  18. aku udah registrasi nih di Parenting Club, lumayan dapet banyak tips mengenai dunia parenting, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  19. Ini sempat bikin ak stress saat jadi ibu baru. Ketika teman yang lain cerita anaknya sudah bisa a atau b atau c, sedangkan anakku belum. Padahal tumbuh kembang setiap anak pasti berbeda.

    BalasHapus
  20. Mba, itu usia 3-6 thn level kecelakaan tertinggi di usia ini. Maksud kecelakaannya dalam hal ya mba? Apa krn lagi super aktifnya ya

    BalasHapus