Dana Darurat Sebelum Investasi

Mungkin beberapa teman ada yang sudah membaca atau melihat beberapa waktu yang lalu sempat viral di tiktok. Ada cowok yang niat investasi saham ternyata asalnya pinjaman online, bukan dari tabungan. Hasilnya? Bukan untung bahkan malah rugi puluhan juta. Sedihnya lagi ini banyak juga yang mengalaminya, termasuk di lingkunganku ada kejadian seperti ini juga. Ya Allah. Sedih sekali rasanya. 


Musim pandemi yang masih belum tentu kapan berakhirnya ini benar-benar membuat banyak orang berpikir berkali-kali tentang pengeluaran uang. Termasuk belajar keuangan, sadar atau tidak makin kesini Alhamdulillah semakin banyak yang sharing tentang emas, investasi properti, saham atau surat berharga lainnya yang non fisik. Aku sendiri juga masih terus belajar tentang ini, tapi aku ternyata terlewatkan tentang satu hal yakni dana darurat.

Investasi itu penting, menabung oh lebih penting, tapi penting lagi itu menyiapkan dana darurat. Lho kok beda? Memang investasi, menabung itu gak bisa jadi dana darurat. Sebenarnya boleh saja kalau tabungan dijadikan dana darurat juga, asalkan ini tabungan bisa segera diambil, dan kalau bisa seminimal mungkin kerugiannya bila dijual sewaktu-waktu bisa. Hanya saja kalau boleh bertanya dalam hati, apa memungkinkan dijual?

Mungkin ada beberapa teman yang bingung, jujur aku awalnya bingung juga. Kalau kita sudah menabung dan investasi, kenapa harus memikirkan dana darurat? Kita tidak pernah tau apa yang nanti terjadi. Memang semua yang terjadi di dunia ini sudah menjadi ketentuan Allah, tapi jika kita sudah menyiapkan sebelumnya kan pasti kita juga akan bisa melewatinya dengan lebih mudah Kadang beberapa keluarga juga memutuskan mengambil asuransi untuk dana darurat.

Jadi beberapa waktu yang lalu aku sempat terpikir untuk berhutang di bank untuk membuat rumah ke-2. Teman-teman setuju ya jika ini terbilang menjadi investasi. Tapi ternyata tidak semudah itu. Penghasilan perbulan tidak pasti, peruntukan yang kurang urgensinya, atau bahkan jika nantinya di kontrakkan pun belum tentu laku karena masa pandemi ini banyak sekali kontrakan yang sepi karena daya serap tenaga kerj di perkotaan masih sepi. Belum lagi untuk dana renovasi, harus dipikir matang-matang karena ini bukan uang dalam jumlah kecil.

Aku sendiri masih ada balita, orang tua dan mertua yang usianya sudah sepuh, jadi uang pegangan untuk kesehatan itu harus ada. Betul ada bpjs, tapi pengalaman saat dulu sambil merawat emak, jam kerja buka tutup toko kurang maksimal. Jadi penghasilan juga menurun signifikan. Maka dari itu harus persiapan dana darurat. Bukan hanya ini, dana darurat juga disiapkan misal motor rusak harus servis, atau bahkan untuk membetulkan bagian rumah yang rusak. Yang pasti dana darurat ini harus bisa diambil sewaktu-waktu. 

Lain hal dengan tabungan, ini aku lebih tertuju untuk dana sekolahnya Naufal, umroh mertua, pelunasan untuk biaya haji ataupun keinginan lain dalam hidupku. Jadi bisa dibilang kalau bisa dipisah antara dana darurat dan tabungan. Tabungan bis banget berupa emas, tabungan di bank atau apa saja yang nyaman dan nggak harus cepat bisa diambil. Masih bisa ada jeda waktu.

Beberapa waktu yang lalu aku sempat berpikir, jika investasi bisa jadi pelengkap dana darurat dan tabungan, ternyata salah besar. Boleh jika kita berpikir tentang emas bisa langsung dijual saat kita butuh, tapi apakah tidak kecewa jika harganya jatuh? Terlebih jika investasi dengan jumlah uang yang lebih besar, properti karena jual kembali properti tidak mudah. Mulai kecocokan lokasi, harga sampai kepengurusan surat.

Jadi disini aku mau mengingatkan teman-teman jika investasi besar, pastikan itu uang dingin, bukan uang yang akan kita pakai dalam waktu dekat, bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita apalagi jika sumbernya dari hutang, jangan. Masih ada tahap dana darurat dan juga tabungan yang harus dipenuhi dulu ya.

Semoga sedikit sharingku ini bisa bermanfaat ya.

Semoga yang punya hutang segera bisa lunas dan bisa memperbaiki manajemen perekonomiannya lagi.

Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita semua diberkahi sehat terus sama Allah.

Tetap semangat ya teman-teman. 

Komentar