Impian Mulia Warga Kampung Eks-TPA

Geliat Kampung Kecil di Tanah Tak Bertuan, kisah tentang sebuah perkampungan yang berdiri di atas lahan eks-TPA. Apa yang kita bayangkan jika hidup disana? kotor, kumuh, bau? Alhamdulillah tidak dengan kampung yang satu ini. Kampung Berseri Astra Keputih, Sukolilo, Surabaya - Jawa Timur yang berhasil disulap menjadi sebuah kampung yang layak huni dan juga bermanfaat bagi warga kampungnya. Tentu saja ini bukan hal yang mudah untuk merubahnya, apalagi seperti yang kita tau menjadikan tempat pembuangan akhir sampah alih fungsi sebagai tempat layah huni seperti mustahil. Selain itu masih ada bayang-bayang penggusuran, warga kampung tetap optimis dan mereka tetap menatap masa depan yang nantinya pasti akan lebih cerah. 

Sedikit informasi, Keputih Tegal Timur Baru merupakan kampung pemulung, karena memang lokasinya begitu dekat dengan TPA yang merupakan TPA terbesar di Surabaya yang kini pindah ke area Benowo. Tidak ada sumber air bersih yang bisa diandalkan setiap saat karena dulunya memang gersang sekali. Mereka akhirnya fokus untuk merombak dan membangun kampungnya untuk lebih layak ditinggali.

Masyarakat wilayah ini suka menanam, selain itu semakin intens untuk menata kampung. Infrastruktur yang ada di cat dan bukan hanya itu ada mural juga yang akhirnya membuat kesan suasana kampung menjadi lebih rapi dan juga lebih enak dipandang dari sebelumnya. Bahkan kampung eks-pemulung ini sukses dalam nominasi 100 besar ajang Green and clean di tahun 2012. Keren banget kan ya. Kalau teman-teman masuk kesini yang dulunya tapi ini TPA lalu pas kesini berubah jadi seperti ini pasti kaget banget. 

Bak gayung bersambut, Astra mengajak bermitra kampung ini. Meskipun awalnya warga masih ragu, tapi akhirnya sepakat untuk menerima tawaran Astra untuk akhirnya di dapuk sebagai Kampung Berseri Astra. Banyak sekali aspek yang semakin membangun setelah itu, mulai dari kesehatan, pendidikan, lingkungan dan juga kewirausahaan. Sungguh tidak ada warga yang menyangka jika kampung yang dianggap terpinggirkan bisa menarik perhatian hingga tingkat nasional. 

6100 bibit tanaman yang menjadi awal kontribusi Astra dengan kampung ini. Memang bertani tak semudah itu, beberapa kali gagal panen. Akhirnya yang dulunya fokus di tanaman sehari-hari yang bisa dipanen, diganti menjadi tanaman hias. Untuk kebutuhan air yang seperti diawal aku cerita tadi, dimana susahnya air bersih di kampung ini. Astra membangun Water Treatment Plant sehingga kebutuhan air besrih warga bisa terpenuhi. Seperti, mengolah bekas air wudhu di mushola untuk kebutuhan menyiram tanaman. Mungkin yang sebelumnya tak terpikirkan oleh kita yang ternyata bisa banget. 

Bidang kesehatan yang kian berkembang juga menjadi salah satu bukti keberhasilan. Salah satunya yakni adanya Posyandu yang digelar sebulan sekali dan juga adanya acara kegiatan kesehtan dari dinas kesehatan maupun Puskesmas yang pastinya bermanfaat untuk warga sekitar. Kenaikan dibidang pendidikan juga semakin membaik, disediakan komputer untuk belajar teknologi untuk anak-anak. Selain itu dilengkapi juga peralatan audio visual yang digunakan karang taruna untuk berlatih menari atau pertunjukan. Kerennya lagi di tahun 2015, warga berniat membuat pabrik kompos. Sayangnya tidak terlaksana karena setelah dihitung kerja sama itu kurang cukup signifikan hasilnya. 

Kampung ini memiliki cita-cita mulia, warga selalu ingin membenahi kampungnya. Mereka ingin menjadikan kampung ini sebagai kampung wisata yakni warga ingin memiliki usaha rumah jamur yang ditargetkan beroperasi di tahun 2019 lalu. Program Kampung Wisata ini ingin mengadakan car free day, lalu kemudian ada atraksi permainan tradisional yang pastinya akan membuat generasi setelah kita pun tetap mengenal budaya daerah.

Sebagai seseorang  yang hidup dan tumbuh dikalangan ekonomi menengah kebawah, aku bangga banget melihat perkembangan kampung ini. Sebuah perkampungan yang sangat menginspirasi dan juga membawa manfaat untuk penghuninya. Senang sekali karena Astra bisa mengubah imej negatif kampung ini menjadi positif.

#BangkitBersamaUntukIndonesia #KitaSATUIndonesia

Komentar