Nayla, Si Pejuang Kecil

Nayla, nama yang sudah diberikan suami saat dia masih berada dalam kandungan usia 5 bulan, yang bahkan saat itu belum tau jenis kelaminnya tapi dia begitu yakin jika anaknya nanti perempuan. Nama itu ia sematkan sesuai dengan artinya yakni sukses, pemberani, kuat. Bukan tanpa alasan dia memberi nama itu. Iya dia berharap calon bayi ini kuat didalam rahim hingga lahir nanti dan bisa memberi kekuatan untukku sebagai seorang ibu.

Mungkin postingan kali ini bakalan cukup panjang, semoga teman-teman tidak bosan membacanya ya. 

Kehamilanku yang ke-2 ini berbeda sekali dengan yang pertama. Gak ada morning sickness, yang ada malah all day sickness. Iya.. teler berat. Bahkan untuk berjalan ke kamar mandi saja harus dibantu. Aku cukup positif thinking mungkin hanya sebulan, 2 bulan, 3 bulan tapi nyatanya aku nggak bisa makan sampai bulan ke 5 yang berakhir dengan  masuk UGD karena saat itu kontraksi hebat dan pergerakan janin sudah sangat lemah. Namun Alhamdulillah setelah berbagai obat masuk ke tubuh akhirnya bisa bertahan. 

Harusnya sebelum ini memang rawat inap, namun tingginya angka covid waktu itu dan pasien rs meluber, jadinya aku hanya dirawat maksimal di rumah oleh suami. Alhamdulillah bulan ke 6 bisa mulai makan, tapi tak lama kemudian badan memerah dan bentol-bentol mirip cacar dan ternyata aku alergi makanan yang bahkan sebelumnya aku tak pernah alergi. Aku dilarang makan berbahan tepung, seafood, ikan tawar, ayam dan teman-temannya. Saat itu yang diperbolehkan untukku hanya daging sapi, kambing, sayur dan buah.

Cukup senang bulan ke 6 ke 7 bisa makan meskipun terbatas. Nah, menuju bulan ke 8 ini mulai ada tanda-tanda yang sebenarnya cukup wajar yakni kaki bengkak. Awalnya kupikir mungkin aku kurang olahraga karena memang banyak bedrest dari awal hamil, tapi ternyata pertengahan bulan ke-8 ini tangan dan wajah juga mulai bengkak. Awalnya aku mengira ini hanya karena badanku mulai membundar tapi ternyata ini adalah sesuatu yang harus dicurigai.

Malam itu kontraksi hebat lagi, akhirnya paginya ke puskesmas. Lagi-lagi diminta untuk tes lab dan hasilnya berbeda dengan biasanya yang negatif, kali ini semua menunjukkan aku terkena preeklampsia +3. Ya, bukan hanya tensi darah saja yang tinggi, tapi urin positif dan juga HB yang 2x lipat lebih tinggi dari normalnya, padahal aku hanya merasa pusing. Nakes meminta aku segera ke UGD RS terdekat dan dapat pesan mungkin akan melahirkan hari ini. 

Tanpa berpikir macam-macam aku datang ke UGD dengan jalan santai, tapi yang terjadi malah membuat aku kaget karena ekspresi bidan, suami dan dokter saat itu cukup tegang. Ternyata sudah ada cairan di paru-paruku dan hasil lab menunjukkan preeklampsia +4 yang artinya semakin berat. Yang paling aku ingat suntikan anti kejang yang membuat aku terbayang dengan cerita tentang neraka, bahkan nafas yang keluar pun sangat panas. Bahkan aku sempat berpikir mungkin itu hari terakhirku. 

Tapi Alhamdulillah aku masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup, setelah nafasku mulai stabil, aku dibawa ke ruang perawatan intensif. Perawatan selama 4 hari dan Alhamdulillah  selang oksigen sudah bisa dilepas. Hari yang saat itu aku pikir akan di perbolehkan pulang karena menurutku sudah cukup membaik, ternyata saat USG dan hasil teslab ku terakhir malah menunjukkan sebaliknya. Keadaanku kian memburuk dan ternyata janin terlilit tali pusat 4 lilitan, dokter memutuskan untuk terminasi. 

Hari itu akhirnya operasi caesar, Alhamdulillah berjalan lancar. Jelas aku mendengar suara tangisan Nayla, bayi yang lahir dengan berat 1,6 kg yang bahkan keras suara tangisannya melebihi tangisan pertama Naufal saat lahir. Tapi ternyata Nayla langsung dibawa ke NICU, iya dia harus bernafas dengan alat bantu. Aku sendiri masih dalam masa pemulihan dan bahkan tidak boleh duduk atau berdiri untuk beberapa hari, sangat berbeda dengan lahiran Naufal yang setelah operasi tak lama diminta untuk belajar duduk dan berjalan. Butuh waktu untuk tubuhku kembali keukuran semula, bengkak memang membuat gerak cukup terbatas ditambah tensi yang masih tinggi jadi masih diharuskan untuk tetap beristirahat di tempat tidur. 

Setelah keadaanku membaik, perawat NICU meminta asi untuk dikirim ke bayi. Cukup stress melihat susahnya keluar asi untuk pertama kali bahkan sampai aku pulang, belum lagi asupan cairan yang benar-benar masih dibatasi 2 botol tanggung perhari. Iya asi yang masih hanya beberapa tetes saja. Sempat mencari ibu asi untuk Nay, tapi ternyata tak semudah itu. Tetap fokus berusaha memerah asi dan setelah beberapa hari Alhamdulillah mulai lancar.

Sempat berpikir halu saat mengirimkan asi ke NICU, karena belum pernah bertemu semenjak lahir. Apa betul aku sudah lahiran. Sampai akhirnya perawat NICU memintaku untuk menyusui secara langsung. Iya pertama kali aku bertemu dengannya itu seminggu setelah aku melahirkan. Tertegun, anakku kecil banget ya Allah. Iya badannya tak lebih besar dari ukuran lenganku waktu itu. Selama di NICU aku diajari banyak hal untuk perawatan bayi prematur terutama tentang metode kanguru, yang sebelumnya belum pernah aku pelajari.

Alhamdulillah saat bbnya mulai naik yakni 1,7 kg infus dilepas dan sudah dinyatakan sehat, akhirnya diperbolehkan pulang. Kebetulan untuk di RS BDH ini patokan untuk pulang bblr dan prematur ini bukan 2,5 kg tapi lebih ke kemampuan bayi bertahan di suhu ruang dan kemampuan untuk minum asi secara langsung. Senang sekali rasanya bisa membawanya pulang, berkumpul bersama di rumah. 

Nayla, terima kasih ya nak kamu sudah sangat berjuang dan tetap bertahan sejak dalam kandungan ibu. 

Aku juga sangat berterima kasih untuk keluarga dan teman-teman yang berdoa untuk kesembuhan dan kesehatan kami juga selalu menyemangati, itu benar-benar menjadi penguat untuk kami.

Untuk suamiku yang selalu merawat, menemani dan menghiburku, terima kasih... love you... 

Komentar

  1. Walh mbak perjuangan bagt ya,,bayangin aja rasane g mampu,,
    Nayla cantik semoga kamu menjadi anak yg tangguh, menjadi kebanggaan kedua orang tuamu,,, menjadi anak yg sholehah,,, semangat mbk buat buah hati tercinta

    BalasHapus
  2. Semangat ya mbk ade uny, pean orang sabar dan kuat kok. Nayla anak cantik sehat trus ya nak

    BalasHapus
  3. Alhamdulilah telah hadir bidadari kecil ..cantik
    semoga Nayla sayang ...menjadi anak yang membanggakan orang tua dan menjadi anak solehah.
    dan buat mama nya semangat terus iya sayang...
    wanita yang kuat ..dan sabar kamu sayang
    sukses terus buat kamu sayang

    BalasHapus

Posting Komentar