Social Icons

Pages

Sabtu, 24 Maret 2018

Jangan Sepelekan Kejang Demam Pada Anak

Kejang demam pada balita memang sangat mengkhawatirkan. Aku sama sekali tidak menyangka kalau ini juga bisa terjadi pada Naufal, 2 minggu yang lalu dia harus opname di Rumah sakit karena leukositnya tinggi. 5 hari saat dia di rawat adalah masa-masa mencekam selama ini,  apalagi sebagai seorang ibu.

Sebelumnya dia tidak ada gejala kejang demam. Malam sebelumnya dia bermain, makan seperti biasa, tapi malamnya dia gelisah bahkan sama sekali tidak bisa tidur nyenyak, alhasil dia menemani ayahnya begadang untuk nonton bola, tau-tau waktu adzan subuh, dan kebetulan dia lagi digendong ayahnya, tiba-tiba matanya melotot melihat keatas, badannya seperti kaku dan nafasnya tersengal-sengal, aku langsung bingung dan kaget mendapati itu, dia diajak ayahnya untuk terus istighfar. Ini step alias kejang demam pikirku.

 Hal yang membuat aku agak kaget itu karena saat itu suhu tubuh Naufal cenderung normal, bahkan yang sakit kapan lalu sempat menyentuh angka 41 dia pun juga nggak kejang. Beberapa orang yang saya temui, bilang gakpapa, dikasih kopi saja, tapi di hati ini masih tetap saja khawatir.

Suami sudah mendaftarkan dia untuk periksa di Puskesmas, sungguh karena ketidaktahuan kami, kejang demam berulang terjadi, pas sebelum berangkat ke puskesmas, saat antri di puskesmas, di puskesmas dia langsung di beri selang oksigen untuk membantu pernafasannya, dan diberi penurun panas dari dubur. Saat suhu mulai normal dia diperbolehkan pulang, dan dikasih obat seperti biasa, kami diberi aba-aba kalau pasti akan kejang demam berulang  kapan, jadi kami dibekali ilmu untuk jaga-jaga. Ternyata tak menunggu hari esok, selang beberapa jam dia kejang lagi, akhirnya kami membawanya ke rumah sakit terdekat padahal kami sudah berusaha melakukan sesuai yang di bekali dari puskesmas, tapi dia tetap kejang. Sepanjang perjalanan aku melihatnya menangis, sambil memanggil ma.. maaa ... sambil terbata-bata, air matanya terus terurai... Aku masih mencoba untuk tetap tegar.

Sesampai kami di rumah sakit,dia langsung diberi selang oksigen, badannya terus menerus dikompres. Setelah beberapa pertanayaan dokter langsung memutuskan untuk cek darah dan diopname, karena dia mengalami kejang demam berulang. Air mataku tumpah tak tertahankan melihat dia memakai alat bantu pernafasan dan dan di beri infus. Naufal memang bukan anak pendiam, jadi selama dia memakai alat itu dia selalu meminta sambil menarik alat-alat itu untuk dilepas. ketegangan belum berhenti disitu, malam harinya saat beberapa perawat dan dokter mulai memeriksa keadaannya, awalnya dia bingung nangis. Lama-lama diam, setelah itu kejang demam berulang terjadi.


Setelah hasil cek darah keluar ternyata leukositnya tinggi diatas 20.000 alias 4x lipat dari seharusnya. Kata dokter ini bisa terjadi karena infeksi entah bagian mananya, tapi selain itu semuanya normal.  Tapi dokter juga bilang kalau case kejang demam ini juga bukan murni dari makanan atau kebersihan, tapi kondisinya dia yang memang lagi drop. Bisa dari kecapekan atau dia sering sedih. Astaghfirullah.. disini aku merasa sangat bersalah sebagai seorang ibu :(

 Dia aku tinggal 3 hari ke Jogja kemarin, memang dia terlihat cuek bahkan sama sekali gak kelihatan kalau dia lagi kangen sama aku. Ternyata dibalik diamnya itu dia memendam rasa kangen sama aku, selama dia di rumah sakit selalu meminta aku peluk, seolah bilang mama jangan kemana-mana...mama jangan pergii...(ngetik sambil nangis hikz..)

Alhamdulillah paginya dia mulai bisa tidur tenang, dan terus berlanjut sampai dia pulang, aku kira karena dia sudah mulai ceria dan doyan makan boleh pulang, ternyata nggak. Naufal boleh pulang baru setelah antibiotik habis atau 8x suntikan, aliasnya 5hari. Sedih sekali rasanya melihat dia harus berteman dengan berbagai macam obat dan jarum suntik, tapi bagaimana lagi, demi kesembuhannya harus tetap dilakukan. Alhamdulillah setelah malam itu dia nggak kejang lagi hingga saat ini,meski sudah diwarning bisa terjadi kejang demam berulang harus tetap waspada hingga dia usia 5tahun, tapi aku berharap itu adalah kejang demam terakhir yang dia alami.

Buat teman-teman yang masih baru jadi mama, tolong waspada ya kalau anak mengalami gejala kejang demam, seperti otot tegang atau otot kaku, matanya melihat keatas dan gigi mulai meggertak.

Bila sampai terjadi penanganan kejang demam di rumah, pertama yang harus dilakukan yaitu lepaskan bajunya, letakkan dia di ubin dan telantangkan badannya, selanjutnya kompres terus dengan air hangat agar suhu tubuhnya menurun dan kejangnya berhenti, selanjutnya bawa ke rumah sakit atau dokter untuk penanganan lebih lanjut. Oia jangan lupa bagian mulut, di kasih sapu tangan atau apa saja sebisa mungkin yang lunak, karena kalau tidak begitu lidah bisa tergigit, karena kejang yang terus menerus. Aku kemarin pakai sendok karena banyak yang menyarankan pakai sendok, tapi ternyata sepulang dari rumah sakit baru sadar kalau giginya Naufal seperti patah, karena aku masukin sendok :(

Perlu diketahui jenis kejang demam juga berbeda, dan penyebab terjadinya kejang demam tiap danak itu berbeda. Panas tinggi memang tidak selalu terjadi kejang, tapi salah satu gejala kejang adalah panas yang tinggi, untuk kejang demam pada balita laki-laki terkadang suhu 38 derajat sudah bisa terjadi kejang, sedangkan perempuan biasanya terjadi diatas 40 derajat.

Memang tidak ada cara mencegah kejang demam anak, kalaupun ingin mencegah berarti anak tidak boleh kena demam, tapi yang namanya anak balita, tumbuh gigi saja demam kan ya.. temannya kena flu dia tertular saja kena demam kan ya.. Musim pancaroba banyak yang batuk, dia batuk kan juga panas ya.. yang pasti kalau untuk anak yang seperti Naufal pernah kejang begini, ada obat anti kejang yang harus dia minum saat suhu tubuh mulai diatas 27 derajat.

Kopi mencegah kejang demam mungkin teman-teman pernah mendengar ini, kopi mungkin hanya berfungsi sementara, boleh diminumkan jika anak sedang sehat, tapi untuk anak yang mengalami kejang, harus tetap berada di bawah pengawasan dokter yaa... karena kejang demam pada anak memang cukup berbahaya, bahkan bisa mengancam nyawa anak itu sendiri.

Maaf ya postinganku kali ini panjang sekali, aku harap kita selalu di limpahi rezeki kesehatan dan juga tetap bisa berbahagia dengan orang-orang yang kita sayangi, karena bagai manapun harta yang paling berharga adalah keluarga, Kita masuk rumah sakit juga uang bakalan keluar terus-terusan. Tentang beberapa info yang aku bagikan tentang kejang demam pada anak semoga bermanfaat, jika ada salahnya saya minta maaf dan tolong diberi tau ya salahnya, karena saya bukan dokter ataupun perawat, saya hanya seorang ibu dari pasien kejang demam. Terima kasih atas support dan doa teman-teman kemarin selama Naufal di rawat. Semoga teman-teman sehat selalu :)

6 komentar:

  1. Ya Allah Mbak, aku baca ini sampe nangis. Apalagi yang pas sampean nulis alasan dokter karena Naufal mungkin sedih. Moga sehat terus ya Naufal...

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ya rabb.. iya mbak aku awalnya ga ngeh, masa iya sih.. tapi setelah sharing sama beberapa temen, eh ternyata emang iya beneran.. mbaknya sampe ikut nangis yaa maap yahhh

      Hapus
  2. Innalillah
    Semoga Nauval cepat sehat dan tidak pernah kejang lagi ya Bun.
    Aku nangis bacanya.
    Sedih :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Allah ikut nangis juga ya mbak.. maap ya mbakk...
      aamiin ya rabb.. semoga dedeknya mbak sehat selalu yaa

      Hapus
  3. aku tuh paling takut kalau anak sudah demam tinggi takutnya kejang

    BalasHapus
    Balasan
    1. dulu aku nggak mikir kalo bakalan kejang mbak.. ternyata setelah umur 2 tahun mulai kejang.. iya mendingan takut ya mbak bisa cari-cari info bekal kalo ada apa-apa

      Hapus