Social Icons

Pages

Selasa, 01 Mei 2018

Post Partum Baby Blues Itu Wajar

Post partum baby blues atau bahkan depresi setelah melahirkan, pernah dengar hal ini? Orami parenting club kali ini membahas mengenai hal ini yang di bawakan oleh Dr. Naftalia Kusuma wardhani, psikolog. Penelitian membuktikan bahwa 60% ibu melahirkan mengalami hal ini. Hamil dan memiliki anak seharusnya menjadi hal yang menyenangkan. Namun lain hal orang yang mengalami ini. Melahirkan bayi bisa menjadi suatu ketakutan, ancaman bahkan ada yang sampai tega pergi dari anak atau kasus membunuh anaknya sendiri itulah yang dinamakan post partum blues.

Kunci disini adalah dukungan penuh keluarga dan lingkungan. Banyak penyebab post partum baby blues ini bisa terjadi, kehamilan yang tak diharapkan, keadaan hamil yang emosional, atau keadaan-keadaan lain yang membuat ibu hamil sedih ini bisa berlanjut hingga melahirkan. Perut yang tadinya besar langsung meenjadi hilang karena bayinya sudah keluar, ini membuat emosional sang ibu terjun bebas, nah inilah tahap dimana keluarga harus mendukung mulai dari hal sepele, membantu memandikan bayi, membawakan bayi ke ibu, jangan meminta ibu melakukan hal-hal berat. Jika dia merasa sanggup nanti juga akan melakukannya sendiri. Jangan buat emosinya meledak-ledak. Bahagiakan ibu agar asi untuk si bayi bisa melimpah.

Postpartum baby blues adalah hal yang WAJAR, namun tetap harus mendapat dukungan dari keluarga agar kondisi ini segera berakhir. Lain hal dengan depresi setelah melahirkan, ini tingkat lebih tinggi dari baby blues dan harus sesegera mungkin mendapat pertolongan. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Rasa tidak sabar dengan anak, tidak ingin, memberi asi, ingin pergi atau bahkan sampai membunuh bayi. Ini sangat butuh pertolongan, butuh sekali perhatian dari orang sekitar. Jangan dihakimi karena mental mereka sedang tidak sehat.

Jujur aku sempat mengalaminya, jadi di acara ini aku sempat cerita bagaimana gila nya aku sempat ingin pergi dari rumah, ingin meninggalkan semuanya. Bahkan terus berlanjut hingga Naufal berusia 2tahun. Intinya berdamai dengan diri sendiri. Jangan pedulikan omongan yang membuatmu sakit hati, jangan ingat hal yang menyakitkan hati saat hamil juga setelah melahirkan, ingat anak adalah anugerah jangan sampai pergi dari malaikat kecilmu. Dia tidak bersalah. Biarkan orang berpikir apa yang penting kamu yakin melakukan yang terbaik. Pelan-pelan aku tanamkan itu di pikiranku, yang dulu dia terkenal si anak ayah, yang selalu nangis ditinggal ayahnya kirim, sekarang lebih tenang kalau sama mamanya.



Alhamdulillah, semoga ibu-ibu yang pernah mengalami depresi setelah melahirkan pelan-pelan hilang juga ya... ingat cuek sedikit itu bukan berarti tidak peduli, saja lakukan apa yang kita mau, kita memang tidak setegar mereka, atau kita terlihat tegar di luar tapi mental kita jadi tidak sehat. Itu bahaya buat ibu dan anaknya juga. Ayok kembali ke diri kita sendiri, sehatkan, segarkan pikiran kita agar kita jadi lebih mudah bahagia, semoga teman-teman juga terhindar dari post partum baby blues.

1 komentar:

  1. Kasihan juga ibu2 yg mengalami depresi pasca melahirkan. Harus byk dukungan terutama dr suami

    BalasHapus