Pagi-pagi sudah bangunin anak sekolah, siapin sarapan, cek PR, nemenin belajar, belum lagi urusan rumah yang rasanya nggak pernah benar-benar selesai. Tapi di sela kesibukan itu, aku juga punya aktivitas lain yang nggak kalah padat, yaitu sebagai content creator.
Sebagian besar konten yang aku buat adalah seputar hotel dan tempat menginap. Jadi lumayan sering keluar rumah untuk survei lokasi, ambil foto, rekam video, sampai editing konten. Kadang hari itu juga harus langsung tayang karena dikejar deadline.
Jujur, ada satu momen yang sudah lama aku tunggu-tunggu bersama keluarga. Kami akhirnya punya waktu untuk staycation sekaligus quality time setelah sekian lama disibukkan dengan sekolah anak, pekerjaan, dan aktivitas masing-masing.
Aku sudah membayangkan bakal seru. Anak-anak pasti senang eksplor hotel, berenang, foto-foto, dan tentunya aku juga bisa membuat konten untuk media sosial.
Tapi ternyata ada satu hal yang hampir mengganggu momen yang sudah lama kami nantikan itu.
Awalnya aku tidak menyadari apa yang terjadi.
Beberapa hari sebelum berangkat, aktivitas sedang cukup padat. Pagi mendampingi anak belajar, siang keluar untuk membuat konten hotel, sore mengurus rumah, malam lanjut editing video dan membuat caption.
Belum lagi perjalanan di jalan yang penuh debu dan panas. Setelah itu masuk ke ruangan ber-AC yang dingin. Saat sampai rumah, aku kembali menatap layar ponsel berjam-jam untuk menyelesaikan pekerjaan.
Di situlah aku mulai merasakan gejala yang ternyata tidak boleh dianggap remeh.
Mataku terasa SEpet, kadang PErih, dan mudah LElah.
Awalnya kupikir hanya karena kurang tidur. "Nanti juga hilang sendiri," pikirku.
Ternyata tidak.
Saat sedang mengambil video hotel, mataku mulai terasa tidak nyaman ketika harus fokus melihat layar ponsel. Ketika malam hari mengedit video, rasa lelah di mata semakin terasa. Bahkan saat menemani anak belajar, aku jadi lebih sering mengucek mata karena terasa kurang nyaman.
Padahal momen staycation keluarga yang sudah lama ditunggu tinggal menghitung hari.
Saat itulah aku mulai mencari tahu dan menyadari bahwa itu merupakan Gejala Mata Kering.
Aku baru sadar kalau aktivitas sehari-hariku memang cukup berisiko memicu mata kering. Mulai dari terlalu lama menatap layar gadget, berada di ruangan ber-AC, hingga sering terkena debu dan polusi saat perjalanan membuat konten.
Benar juga ya, kadang kita sering memperhatikan kesehatan tubuh secara keseluruhan, tapi lupa memperhatikan kesehatan mata.
Di zaman sekarang, hampir semua aktivitas memang tidak bisa lepas dari gadget. Bukan hanya untuk bekerja, tapi juga untuk belanja online, mencari informasi, berkomunikasi lewat media sosial, hingga mencari hiburan setelah seharian beraktivitas.
Tanpa sadar, mata kita terus bekerja dari pagi sampai malam untuk menatap layar. Padahal mata juga membutuhkan waktu untuk beristirahat. Karena itu, rasa sepet, perih, atau lelah pada mata sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai hal biasa. Tubuh memberikan tanda agar kita mulai lebih peduli dan menjaga kesehatan mata sejak dini.
Padahal kenyamanan mata sangat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari.
Sejak itu aku mulai lebih disiplin menjaga kesehatan mata. Aku berusaha memberi jeda saat menggunakan gadget, memperbanyak minum air putih, mengurangi kebiasaan menatap layar terlalu lama tanpa istirahat, dan menghindari mengucek mata.
Selain itu, aku juga mencari solusi praktis yang bisa digunakan saat gejala mata kering muncul.
Saat berbelanja kebutuhan rumah tangga di Indomaret, aku menemukan INSTO DRY EYES.
Karena aktivitas harianku cukup padat dan sering berhubungan dengan layar gadget, aku merasa produk ini cocok untuk membantu meredakan gejala mata kering yang sedang aku alami.
Setelah menggunakannya sesuai petunjuk, mata terasa lebih nyaman untuk beraktivitas.
Saat staycation bersama keluarga akhirnya tiba, aku bisa menikmati momen tersebut dengan lebih nyaman. Aku bisa menemani anak-anak bermain, mengambil foto keluarga, membuat konten hotel, dan menikmati waktu bersama tanpa terlalu terganggu oleh rasa tidak nyaman pada mata.
Dari pengalaman ini, aku belajar satu hal sederhana.
Jangan pernah menganggap remeh gejala mata yang terlihat sepele.
Kalau mata mulai terasa sepet, perih, atau lelah, jangan langsung mengabaikannya. Bisa jadi itu adalah tanda Mata SePeLe Jangan Disepelein.
Karena pada akhirnya, momen-momen berharga bersama keluarga adalah sesuatu yang tidak bisa diulang. Sayang sekali kalau harus terganggu hanya karena kita menyepelekan kesehatan mata.
Sekarang aku selalu berusaha lebih peduli terhadap kesehatan mata, mulai dari membatasi waktu menatap layar tanpa jeda, memperbanyak minum air putih, hingga menyediakan INSTO DRY EYES sebagai salah satu solusi praktis saat gejala mata kering mulai terasa.
Sebagai ibu rumah tangga sekaligus content creator yang cukup sering beraktivitas di luar rumah, berada di ruangan ber-AC, dan berjam-jam menatap layar untuk editing konten, aku merasa lebih tenang karena sudah menemukan cara untuk membantu meredakan gejala mata kering.
Karena bagiku, mata yang nyaman membuatku bisa lebih fokus menemani anak-anak belajar, menikmati waktu bersama keluarga, dan tetap produktif membuat konten. Jadi kalau mulai merasakan gejala mata kering, jangan tunggu sampai mengganggu aktivitas.
Yuk, segera Tetesin Insto Dry Eyes dan jangan sampai #InstoDryEyes #BebasMataKering #MataSePeLeJanganSepelein.


Komentar
Posting Komentar