Belajar Dari Seorang Triana Dewi

 Apa yang ada dipikiranmu jika didepanmu adalah seorang guru bahasa Inggris, suka ngeblog, menulis buku, jualan dan beliau single mother dengan anak 4. Masya Allah, keren sekali. Betul itu yang ada dipikaranku saat mengenalnya. Nah, postingan kali ini akan mengulas tentang salah seorang anggota Ning Blogger Surabaya yang berasal dari Lamongan ini yakni mbak Triana Dewi.

Alamat blog tepatnya yakni www.trianadewi.com. Dari yang diceritain ke aku awal dulu ngeblognya dia menjadikan tag amazing teacher, karena menjadi guru adalah pekerjaan utamanya selama ini. Nah untuk awal-awal dia ngeblog ini, isinya memang tentang pengalaman atau berbagai kebutuhan sharing sebagai guru, namun kini berubah menjadi writing for inspiring, karena isinya sekarang berubah bukan hanya tentang guru, tapi juga pengalaman lain maupun review lainnya. Tujuan diganti dengan tag line tadi yakni berharap agar postingan di blognya bisa menginsiprasi dan bermanfaat untuk orang lain. 

Mbak Tridi, begitulah kami memanggil dengan nama akrabnya. Seorang wanita ceria, yang bergaya ceplas ceplos namun keibuan dengan gamis dan jilbab panjangnya. Aku mengenalnya beberapa tahun terakhir dan pengalaman liputan ke kota Malang 2 tahun yang lalu itu membuat aku menjadi dekat dengannya. Bahkan karena saking cerianya dia, aku sebenarnya tidak tau kalau dia seorang single mother dan memiliki segudang kesibukan yang tentunya butuh banyak menguras tenaga dan pikiran. 

 Seperti yang teman-teman lihat di blognya sebenarnya untuk mendatangi event dia jauh lebih banyak daripada aku, padahal seperti yang teman-teman tau kalau aku adalah seorang ibu rumah tangga, yang lebih banyak urusan domestik dan kadang bantu toko online di rumah. Dia sering banget ikutan event apalagi saat waktu sore atau libur, banyak dipastikan dia ikut dengan semangatnya yang khas, gemasnya dia adalah seorang yang sering pengejar dateline saat mengerjakan laporan atau mengerjakan tugas, alasannya dia mengaku karena entah kenapa ide selalu  datang pas di detik-detik terakhir. 

Aku sering banget bahas tentang anak bersamanya, minta pendapat dari pandangannya sebagai seorang guru dan sebagai ibu yang lebih berpengalaman. Bukan hanya itu aku banyak juga dapat wejangan dan limpahan semangat darinya, terlebih saat aku merasa down tentang hubungan keluarga. Tentang penerimaan, keihklasan dan tetap bahagia. Iya seperti itu kurang lebihnya. 

Tentang bagaimana dia menyemangatiku sebagai seorang istri yang harus tetap patuh kepada suaminya dan tetap menyemangati suami untuk mendukung ekonomi keluarga besarnya. Bahkan dia mengakui bagaimana cintanya dengan suaminya yang telah tiada namun tetap berhubungan baik dengan sang mertua hingga saat ini. Selain itu tentang hoarding yakni menimbun barang, kapan lalu aku juga membahas ini dengannya, karena aku sendiri juga masih suka menimbun barang secara tidak sadar. 

Sebagai seorang ibu aku tentunya juga ingin menjadi seorang teman untuk anakku Naufal, dan aku melihat mbak Tridi dengan anaknya ini hubungannya menyenangkan sekali, bahkan salah seorang anaknya ada yang menjadi penghafal Alquran, idaman orang tua muslim tentunya. Nah, kapan lalu aku juga banyak minta pendapat darinya tentang ini, tentunya bagaimanapun kita sebagai orang tua sebaiknya menuntun anak untuk meraih cita-cita dengan tanpa memaksa keinginan orang tuanya. Ini ngena banget sih di aku. 

Untuk teman-teman yang ingin membaca tulisannya apalagi tentang yang aku ceritain tadi, banyak diulas di blognya kok, jadi bisa banget langsung mampir ke blognya langsung.

Alhamdulillah aku seneng banget punya teman yang selain pekerjaannya sering bareng, jarang ketemu tapi bisa saling support begini, bukan hanya saling mengingatkan tentang urusan pekerjaan saja, tapi tentang akhirat juga. 

Komentar

  1. Iya bener nih mbak triana sering banget datang event, sampai geleng kepala, energinya banyak banget, karen riwa-riwi luar kota. Sehat trus mbak triana, *virtual hug*

    BalasHapus
  2. Iya sih emang, yang kusalut sama mbak triana tuh hubungan baik sama keluarga mertua. Ngga ada istilah mantan keluarga mertua, meskipun suami sudah tiada

    BalasHapus
  3. Huhuhu, kalau ngomongin Mbak TD diriku selalu mewek say, wanita hebat yang tak pernah berhenti untuk selalu semangat, apapun yang terjadi dalam hidupnya.
    Dan semangat menjadi lebih baiknya itu loh, luar biasa :)

    BalasHapus
  4. Sosok yang dibahas ini jadi salah satu idola saya, pembawaan lugas dan tegas namun tidak mengurangi kebaikan hatinya. Blogger Lamongan yang Pertama kali aku kenal ya Bu Triana Dewi ini

    BalasHapus

Posting Komentar