Utomo SolaRUV dan Utomo Chargeplus, Siap Fokus Transportasi Berkelanjutan

Assalamualaikum teman-teman, btw sadar nggak sih gais makin kesini hawanya makin panas? Bahkan dibeberapa kota, memakai AC pun kadang masih terasa panas. Iya, sekarang kita sudah ada difase Global Boiling sudah bukan dalam fase Global Warming lagi, alias Bumi kini mengalami pendidihan global. Tentunya dampak besar juga terjadi di lingkungan kita seperti peningkatan suhu ekstrem, kenaikan permukaan air laut, dan gangguan pada ekosistem.


Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia,  Utomo SolaRUV berkolaborasi dengan Utomo Chargeplus mengadakan acara Blogger Gathering secara offline, yakni tepatnya di kantor pusat Utomodeck Group. Bersama dengan Narasumber Manager RnD Utomo SolaRUV yakni Krismaya Dwi Hardianti dan Rahma Arzanti selaku Manager Operational Utomo SolaRUV. Hal utama yang ada dalam fokus bahasan utama acara ini yaitu adalah tentang pengurangan emisi karbon, energi terbarukan dan tentang Transportasi Berkelanjutan


Seperti yang kita tau, Indonesia sendiri dikejar waktu dalam mencapai target net zero emission tahun 2060, nah dengan harapan akses mendapatkan lingkungan hijau dan udara bersih bisa maksimal kita dapatkan. Nah disini aku mau memperkenalkan Utomo SolaRUV ini merupakan Teknologi Solar Panel Terbaik dalam teknologi energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Ternyata sektor residensial maupun industrial sudah banyak menggunakan PLTS lho, bahkan tersebar di

seluruh Indonesia menyumbang peranan penting dalam mewujudkan Indonesia bebas emisi.


Perlu kita ketahui jika Utomo Chargeplus sebagai provider SPKLU dengan jaringan terbesar se-Asia Tenggara, ini sedang berfokus pada kendaraan listrik yang menjadi kunci mobilitas hijau, sekaligus berusaha menjadi sektor transportasi berkelanjutan. Bak telur dan ayam yang mana dulu, kita juga harus berfokus untuk memulai berkembang dengan kendaraan listrik yang menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah bersamaan dengan perkembangan SPKLU yang akan didirikan untuk mewujudkan transportasi berkelanjutan ini.


Nah, Inovasi dalam panel surya dapat membantu mengurangi emisi karbon dengan meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Semakin efisien panel surya, semakin sedikit energi fosil yakni yang selama ini menjadi batu bara yang diperlukan untuk memproduksinya dan semakin besar kontribusinya dalam mengurangi emisi karbon. Apalagi Indonesia ini memiliki 2 iklim, yakni kemarau dan hujan, bahkan dibeberapa waktu musim hujan pun kita juga masih sering mendapatkan panas matahari, tentu ini bisa menjadi potensi besar untuk negara kita. 



Nah dalam pelaksanaannya Indonesia mengadopsi beberapa jenis teknologi EBT terutama dalam PLTS, yakni PLTS Atap alias PLTS Rooftop, PLTS Grounding dan PLTS Terapung. Tntunya ini setelah dilakukan survey ya teman-teman. Karena sebelum memilih jenis yang mana serta bisa tidaknya didirikan PLTS, perlu dilakukan survey lokasi terlebih dahulu. Terlebih lagi juga tetap harus memperhatikan dampak aktivitas alam yang terjadi.


Potensial PLTS di Indonesia 

Perlu kita ketahui jika sekalipun panas matahari kita melimpah, pemanfaatan tenaga surya sendiri ini Indonesia juga masih mempunyai banyak hambatan yakni karena :

  1. Kelebihan kapasitas listrik di beberapa wilayah (misalnya Jawa-Bali),
  2. Perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) yang kaku untuk pembangkit listrik termal yang membatasi fleksibilitas teknis sistem,
  3. Metode pengadaan yang tidak efisien,
  4. Peraturan pasar yang buruk & peraturan yang tidak


Harapan Utomo SolaRUV kedepan untuk mempercepat kemajuan yakni dengan :

✔️Penyesuaian kebijakan: Menyederhanakan strategi penghapusan batubara

nasional untuk memungkinkan transisi yang dipimpin oleh VRE menuju net zero

(termasuk menyederhanakan renegosiasi PPA batubara yang kaku untuk

memungkinkan fleksibilitas sistem yang lebih tinggi)

✔️ Adanya Penyesuaian pengadaan: Mengembangkan jaringan pipa tenaga surya berskala gigawatt dan merancang lelang tenaga surya skala besar untuk menurunkan LCOE tenaga surya ‘lokal’ melalui skala ekonomi.


Melanjutkan mengenai transportasi berkelanjutan, Utomo SolaRUV dan Utomo Charge Plus mendirikan stasiun pengisian untuk mobil listrik adalah langkah yang sangat positif dalam mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Dengan lebih banyak infrastruktur pengisian, akan lebih memudahkan pengguna mobil listrik untuk melakukan perjalanan jarak jauh dan memperluas adopsi kendaraan berbasis listrik secara keseluruhan.


Utomo Charge+ di gedung Thamrin Nine

Makin kesini aku melihat banyak mobil listrik di Surabaya, jujur akupun senang melihatnya karena berarti semakin banyak juga masyarakat yang mendukung untuk terwujudnya Indonesia bebas emisi karbon.
Hal yang unik menurutku yaitu beberapa kita bisa fast charging, yap sama seperti kita mengisi baterai pada ponsel.  Nah harapan ke depan dari Utomo SolaRUV ini suatu hari Utomo Charge+ bisa memiliki lebih banyak cabang lagi, dan bisa seperti SPBU yang sekarang tersebar di Indonesia ini.


Alhamdulillah banyak sekali ilmu yang aku dapatkan tentang teknologi solar yang aku dapatkan dalam acara ini. Semoga informasi yang aku bagi ini bisa membantu ya teman-teman. Terima kasih sudah membaca dan semoga sehat selalu.

Komentar

back to top